Kisah Menyetor SPT


Sebagai warga negara yang baik, saya sudah punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Manfaat punya NPWP yang saya rasakan adalah bebas biaya fiskal saat keluar negeri. Tidak hanya berlaku pribadi, manfaat bebas biaya fiskal ini berlaku untuk keluarga kita. Alhasil saat kemarin keluar negeri bersama keluarga, saya bebas fiskal semuanya, artinya menghemat jutaan rupiah. Manfaat lain punya NPWP adalah mempermudah pengajuan kredit karena biasanya NPWP menjadi salah satu syarat pengajuan.

Karena punya NPWP, maka saya setiap tahun harus menyetor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Pada tahun 2009, saya menyetor SPT 2008 melalui kantor secara kolektif.
Pada tahun 2010, saya menyetor SPT 2009 melalui drop box di suatu mall. Drop box adalah suatu upaya jemput bola sehingga memudahkan wajib pajak menyetor SPT. Drop berada di mall, gedung perkantoran dan tempat strategis lainnya.
Pada tahun 2011, saya menyetor SPT 2010 di salah satu Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Di KPP tersebut ternyata dipisahkan berdasakan nomor keanggotaan, yang tak lain berdasarkan geografis tempat tinggal dan KPP yang melingkupinya. NPWP ‘setempat’ setor di loket depan, sedangkan NPWP ‘pendatang’ di loket belakang.

Penjelasannya begini. NPWP terdiri dari 15 angka, dengan format sebagai berikut AB-CDE-FGH-I-JKL-MNO.
JKL adalah nomor yang menunjukkan lokasi KPP terdaftar. Misal JKL = 001, maka wajib pajak yang beralamatkan di sekitar Matraman Jakarta, maka berada di lingkup KPP Pratama Jakarta Matraman. Lihat data KPP di sini.

Suasana KPP tempat saya menyetor cukup ramai di akhir Maret kemarin. Maklum mendekati masa akhir yaitu 31 Maret 2011. “Daripada terlambat, nanti didenda Rp 100 ribu”, itulah satu komentar wajib pajak yang kudengar di sana🙂
So far pelayanan di KPP tersebut cukup bagus. Ada petugas yang mengarahkan lokasi depan / belakang, mengisi amplop coklat yang sudah disediakan, dll.
Setelah menyetor, kita akan diberi tanda terima berbentuk kertas stiker (tahun 2010 hanya kertas saja) lengkap dengan data NPWP dan nama kita.

Karena sudah pengalaman menyetor SPT secara langsung, bagaimana kalau tahun depan saya coba memakai e-SPT ? Sekaligus mendukung program Go Green🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: