Twin Tower, Aquaria, Petaling Street

This slideshow requires JavaScript.

Perjalanan ke Malaysia ini adalah yang kedua kalinya. Pesawat mendarat mulus di Bandara LCCT. Kata pilotnya perjalanan ditempuh 12 menit lebih cepat. Ngebut ya Kapten ?🙂

Di bandara yang sederhana ini (maklum bandara budget), kita sempatin melihat-lihat ruangan keberangkatan dll. Mengapa, karena nanti kita tidak ke sana lagi karena pulang ke Indonesia dari Singapura.

Dari bandara kita menuju Stasiun Sentral, naik Bis Sky Bus, bayar MYR 9 (sekitar IDR 27.000) untuk perjalanan sekitar 1 jam.

Untuk melihat Menara Kembar Petronas, dari Sentral naik kereta LRT Rapid KL menuju Stasiun KLCC. Keluar dari stasiun ini kita akan bertemu Mall Suria KLCC. Selanjutnya tinggal membaca petunjuk arah menuju menara atau taman air mancur.

Kita sebenarnya bisa naik ke menara dan menyebarang lewat Sky Bridge, tapi harus mempunyai tiket. Tiket dapat diperoleh sehari sebelumnya dengan gratis tapi harus mengantri Subuh-Subuh🙂 Bagiku, itu artinya jika tanpa bantuan orang lain, aku harus menginap minimal 3 hari 2 malam. Hari ke-1 tiba, hari ke-2 Subuh antri tiket, hari ke-3 baru bisa naik menara (dengan catatan hari ke-2 dapat tiket). Dan itu belum mungkin bisa kulakukan hiks…

Di atas gedung ada tulisan 1 Malaysia. 1 Matlamat. Artinya apa ya ? 1 Malaysia, 1 Tujuan ? Tolong koreksi jika salah.

Sesuai namanya, tentu saja ada 2 menara di situ. Tinggi menara 452 m dengan 88 lantai.

Setelah foto-foto, aku kemudian makan di KFC yang siang itu cukup ramai, ambil paket Jom Jimat. Apa lagi artinya ? Walau serumpun, bahasa Melayu banyak yang beda hohoho.. Paket ‘Ayo Hemat’ ini seharga IDR 18.000. Sambil makan aku pelototin brosur peta mall. Di manakah gerangan tempat shalat yang di sana disebut surau itu ?

Oh ya ternyata surau cukup dekat dari KFC. Di depan KFC ada eskalator turun 1 tingkat, lalu jalan sebentar. Surau cukup bersih dan nyaman.

Ada pengalaman unik yang kulihat. Ada orang yang shalat, meletakkan hp-nya di sekitar kaki. Kalau di Indonesia kan di depan, dekat tempat tempat sujud. Aku pikir orang ini saat sujud kan hp-nya cukup mudah diambil orang dari belakang. Emang ini negara kamu ? Hahahaha….

Alhamdulillah, bisa makan kenyang. Pasokan energi cukup untuk melanjutkan acara jalan-jalan ini.

Tujuan selanjutnya adalah Aquaria. Tempat ini adalah sejenis Sea Word di Jakarta. Tiket masuk dewasa orang asing MYR 45, sedangkan orang setempat MYR 35. Mengapa dibedakan ya ? Apakah di Jakarta juga demikian ?

Di Aquaria yang mempunyai 2 tingkat ini kita tidak boleh mengambil foto dengan memakai flash. Kalau ditanya besar mana dengan Sea World Jakarta ? Sepintas sih besar yang di Jakarta. Pada umumnya sih koleksi ikan sama, dan hiu tetap menjadi idola saat kita berjalan seakan-akan di bawah lautan. Di sini kita bisa muter berkali-kali di kolam raksasa ini. Kalau di Jakarta sepertinya tidak bisa ya ? Lupa🙂

Setelah puas, aku pun keluar Aquaria. Demi mencari pengalaman baru, biasanya aku mencari jalan yang berbeda saat pergi dan pulang. Dan benar, keluar Aquaria aku menemukan taman yang ternyata di seberang taman air mancur KLCC. Cukup senang jika dapat pengalaman baru walau harus jalan kaki di tengah terik siang itu. Perjalanan dinikmati setiap jengkal. Ada kran air minum bersih (?), ya diminum. Ada kursi, ya numpang duduk dan sedikit rebahan kalau bisa.🙂

Dan.. aku menemukan hal yang tidak diduga. Ada sejenis kolam air yang bisa dibuat bermain anak-anak. Mampir ahh… Segar rasanya menemukan air.

Setelah bermain air diputuskan kembali ke stasiun untuk meneruskan ke Masjid Jamik. Tujuannya sih mau ke Petaling Street, eh malah menemukan kompleks India. It’s Ok. Pengalaman baru. Kaki ini tetap saja melangkah walaupun tidak yakin 100% benar tidak arahnya hehehe… Akhirnya ketemu juga Petaling Street.

Sepertinya banyak yang berubah di sini. Dulu banyak yang jualan kaos, tapi sekarang tidak ? Ah bukan masalah besar. Sudah pernah beli kaos di sini pada kunjungan sebelumnya.

Tidak terasa.. hari sudah mulai gelap. Badan sudah capek. Ingat loh.. dari tadi jalan sambil gendong tas dari Indonesia alias belum check in. Jadi, selain kaki yang pegal, bahu juga pegal-pegal hoho…

Kini tibalah tujuan terakhir hari ini di Malaysia, yakni kembali ke Stasiun Sentral untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Singapura dengan kereta api Senandung Malam.

Sebelum kereta berangkat aku makan malam dulu di stasiun ini, tepatnya lantai paling atas. Menunya ? Apalagi kalau bukan nasi lemak atau nasi kukus dan teh tarik seharga < IDR 20.000. Jom makan !!

One Response to Twin Tower, Aquaria, Petaling Street

  1. grightnow says:

    Helo Pak,
    Nasi lemak di sini. Tapi saya sukakan nasi uduk di jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: