AHA myTV

Mau nonton TV / film via internet ? Pakai modem AHA saja.

ESIA, MELEK TAR1F SADAR SINYAL

Telpon Putus Kami Ganti


Black Berry AHA

77x lebih cepat dibanding GPRS. Segera miliki ya …

Kisah Menyetor SPT


Sebagai warga negara yang baik, saya sudah punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Manfaat punya NPWP yang saya rasakan adalah bebas biaya fiskal saat keluar negeri. Tidak hanya berlaku pribadi, manfaat bebas biaya fiskal ini berlaku untuk keluarga kita. Alhasil saat kemarin keluar negeri bersama keluarga, saya bebas fiskal semuanya, artinya menghemat jutaan rupiah. Manfaat lain punya NPWP adalah mempermudah pengajuan kredit karena biasanya NPWP menjadi salah satu syarat pengajuan.

Karena punya NPWP, maka saya setiap tahun harus menyetor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh wajib pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Pada tahun 2009, saya menyetor SPT 2008 melalui kantor secara kolektif.
Pada tahun 2010, saya menyetor SPT 2009 melalui drop box di suatu mall. Drop box adalah suatu upaya jemput bola sehingga memudahkan wajib pajak menyetor SPT. Drop berada di mall, gedung perkantoran dan tempat strategis lainnya.
Pada tahun 2011, saya menyetor SPT 2010 di salah satu Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Di KPP tersebut ternyata dipisahkan berdasakan nomor keanggotaan, yang tak lain berdasarkan geografis tempat tinggal dan KPP yang melingkupinya. NPWP ‘setempat’ setor di loket depan, sedangkan NPWP ‘pendatang’ di loket belakang.

Penjelasannya begini. NPWP terdiri dari 15 angka, dengan format sebagai berikut AB-CDE-FGH-I-JKL-MNO.
JKL adalah nomor yang menunjukkan lokasi KPP terdaftar. Misal JKL = 001, maka wajib pajak yang beralamatkan di sekitar Matraman Jakarta, maka berada di lingkup KPP Pratama Jakarta Matraman. Lihat data KPP di sini.

Suasana KPP tempat saya menyetor cukup ramai di akhir Maret kemarin. Maklum mendekati masa akhir yaitu 31 Maret 2011. “Daripada terlambat, nanti didenda Rp 100 ribu”, itulah satu komentar wajib pajak yang kudengar di sana🙂
So far pelayanan di KPP tersebut cukup bagus. Ada petugas yang mengarahkan lokasi depan / belakang, mengisi amplop coklat yang sudah disediakan, dll.
Setelah menyetor, kita akan diberi tanda terima berbentuk kertas stiker (tahun 2010 hanya kertas saja) lengkap dengan data NPWP dan nama kita.

Karena sudah pengalaman menyetor SPT secara langsung, bagaimana kalau tahun depan saya coba memakai e-SPT ? Sekaligus mendukung program Go Green🙂

Posting from Android

Yess, well done.

Pengalaman Kartu Kredit


“Takut ah, nanti banyak hutang !”
Itulah alasan sebagian orang saat ditanya mengapa tidak memakai kartu kredit. Suatu hal yang sangat subyektif tentunya, tergantung perilaku pribadi masing-masing orang.

Kalau saya, hingga saat ini mempunyai 3 kartu kredit yang aktif digunakan, beberapa sudah ditutup karena jarang dipakai. Sedangkan istri juga mempunyai 3 kartu.
‘Hebat’ ya istri, padahal hanya seorang ibu rumah tangga saja, tidak punya bisnis sampingan tapi dipercaya punya kartu. Padahal di satu sisi temanku susah sekali / tidak disetujui saat mengajukan aplikasi kartu kredit.🙂

Berikut alasan saya memakai kartu kredit :
1. Kartu kredit sebagai sarana ‘menunda’ pengeluaran 1 bulan. Sama-sama keluar uang, enak kan bayarnya bulan depan.
2. Tidak repot bawa uang banyak. Bayangkan jika kita tidak punya kartu kredit, saat kita belanja 5 juta maka harus bawa segepok uang. Bisa-bisa dirampok di jalan.
3. Gaya hidup / gengsi. Keren kan kalau saat kita di cafe / gaul sama teman-teman, kita bayarnya pakai kartu kredit.
4. Menikmati cicilan 0 % selama 3 bulan, untuk jenis kartu kredit tertentu. Enak kan..
5. Menikmati diskon-diskon di hotel, restoran, dll.
6. Dapat hadiah, misal alat kesehatan, vocer makanan, dll.
7. Belanja online, misal pesan tiket pesawat, hotel dll.

Berikut tips untuk pengguna (pemula) kartu kredit :
1. Ikut sebagai kartu tambahan saudara / teman.
2. Setelah 1 tahun, coba ajukan permohonan secara pribadi, memakai fotokopi kartu tambahan sebelumnya.
3. Pakailah kartu kredit sesuai anggaran belanja Anda. Jika anggaran belanja Anda sebesar 5 juta per bulan, sebaiknya gunakan kartu kredit Anda di bawah 5 juta.
4. Bayarlah semua tagihan sesuai nominal yang ditagihkan. Jangan sebagian, karena akan terkena bunga.
5. Walaupun bisa mengambil uang dengan kartu kredit, sebaiknya jangan dilakukan karena akan dikenai biaya.
6. Jangan pernah memperlihatkan kartu kredit Anda ke orang lain, terutama 3 angka di belakang kartu.
7. Gunakan poin reward untuk membayar iuran tahunan kartu.

Bagaimana ?
Masih takut memakai kartu kredit atau malah tertarik mencoba ?
Selamat menentukan pilihan hidup🙂

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.